MATA SULSEL, MAKASSAR – Keselamatan berkendara tidak cukup hanya diajarkan kepada pelajar. Kesadaran itu juga harus dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah.
Hal inilah yang mendorong Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar edukasi safety riding bagi guru dan orang tua murid UPT SMPN 40 Makassar, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi lanjutan dari program edukasi keselamatan berkendara yang sebelumnya telah diberikan kepada para siswa.
Kali ini, Asmo Sulsel memperluas sasaran edukasi dengan melibatkan para pendidik dan orang tua sebagai pihak yang dinilai memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan berkendara anak-anak.
Instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny, mengatakan budaya berkendara aman perlu dibangun bersama agar pesan keselamatan tidak berhenti di ruang kelas saja, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Orang tua dan guru memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan berkendara yang aman. Ketika edukasi ini dipahami bersama, maka pesan keselamatan akan lebih mudah diterapkan oleh anak-anak maupun lingkungan sekitarnya,” ujar Wanny.
Dalam sesi edukasi, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, pentingnya menjaga fokus saat berkendara, hingga penggunaan perlengkapan keselamatan yang lengkap seperti helm, jaket, sarung tangan, sepatu, dan celana panjang.
Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan.
Pemeriksaan sederhana seperti kondisi rem, lampu, tekanan ban, hingga bahan bakar dinilai menjadi langkah dasar untuk memastikan kendaraan tetap aman dan layak digunakan di jalan raya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para guru dan orang tua tampak aktif berdiskusi serta mengikuti kuis seputar safety riding yang disiapkan panitia. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah apparel eksklusif dari Honda.
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, menegaskan pihaknya akan terus memperluas kampanye #Cari_Aman kepada berbagai lapisan masyarakat sebagai upaya membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Kami berharap edukasi seperti ini dapat membangun kesadaran bersama bahwa keselamatan berkendara adalah tanggung jawab semua pihak, baik pengendara muda, orang tua, maupun tenaga pendidik,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Asmo Sulsel berharap tercipta lingkungan sekolah dan keluarga yang lebih peduli terhadap keselamatan berkendara, sekaligus mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas di kalangan usia muda. (*)

Tinggalkan Balasan